Tulisan

#MyJournalLife in a first Quarter 2019

Helloooo my blog…..Rasanya hampir 3 purnama aku tidak menulis di laman ini. Yang aku lakukan hanya membaca, membaca dan terus membaca blog dari teman-teman blogging yang aku tahu. Ada rasa kangen tersendiri menuliskan apapun itu selain membuat penawaran. Hahaha..Dan 3 bulan tidak menulis rasanya otak ini menjadi buntu saat ingin menulis lagi. Stuck, dan rasanya niatku belum begitu besarnya untuk menggerakkan tangan ini di atas keyboard. Terakhir aku menulis adalah tanggal 15 December 2018 karena sedang mengikuti challenge dari Blogger Perempuan, and ternyata aku gagal untuk menyelesaikannya. Padahal kalau ga salahh tinggal 5 hari. Setelah tangggal 15 December terlalu banyak kejadian yang terjadi. Tak ada tulisan “Revolusi 2019” karena jujur terlalu banyak kejadian yang membuatku confused, dan terus berfikir apakah ini benar, apakah ini nyata, dan apa yang harus ku lakukan selanjutnya?Sehingga aku mencoba untuk menjalani 3 bulan pertama di 2019 dengan rencana yang telah aku pikirkan sejak di akhir tahun.

Quarter atau 3 bulan pertama di tahun 2019 ini terlalu banyak suprise yang tak pernah terbayangkan. Honestly, im feel depressed. Kilasan segala kenangan dari kecil hingga peristiwa terburuk yang pernah aku alami seperti ditayangkan ulang dalam pikiranku. Sumpah, overthinking banget kan. And trust me,, try dont overthinking. Because really tired your life. And i make my life suffer. Wkwkwk,, salah banget ya. But Im grateful too, for this quarter. Dan sempet aku ngobrol sama sahabat, sampe kita membahas kayaknya Allah terlalu baik banget sama kita. Atas segala apa yang kita lakukan di dunia ini, tapi Allah masih mengijinkan kita untuk merasakan rezeki yang belum tentu orang lain peroleh, yang ga pernah kita sangka. Very very grateful. Bahkan kita sempet bercanda, jatah lucky kita sudah habis kah? Allah Maha Adila, Allah Maha Besar, apa yang Dia Putuskan ya akan terjadi. Dan aku merasakan itu semua di quarter ini. Sakit, operasi, depresi, rezeki pekerjaan, travelling. Semua terjadi begitu cepat, dan mudah-mudahan akan terus membuat aku semakin bersyukur.

So, apa aja yang terjadi dalam hidupku 3 bulan pertama di 2019 :

January

Di awal bulan aku sudah merasakan kebimbangan dan rasa bersalah yang begitu besar dengan perusahaan dimana aku bekerja. Dan kembali lagi, karena aku sedang sakit makin tambah overthinking. Di bulan ini terdapat 2 kejadian yang membuat aku naik turun rasanya.

First, aku mendapatkan kesempatan untuk training di Thailand. Senang, absolutely, but still confused and sad because when I’m decide to participate in training at 4 January, im still didnt got news about CPNS. So, tanggal 8 January pesan tiket dan di tanggal 27-30 January aku trainning bersama teman kantor ke Thailand dengan segala konsekuensi nantinnya setelah pulang dari Thailand termasuk tentang pinalti jika akhirnya aku diterima CPNS. Dan aku bener-benar bersyukur karena aku tetap memutuskann untuk ikut training pada saat itu. Karena ini menjadi pengalaman pertamaku ke luar Indonesia untuk belajar. Belajar banyak hal baru baik itu tentang Thailand ataupun tentang product yang saat ini sedang aku pegang. Aku merasa beruuntung banget punya pimpinan dan manager yang sangat baik, very considerate , pokoknya kerenlah mereka. Bersyukur sekali.

Secondly, Ya aku diterima CPNS. Pengumumam Kementrian Agama cukup telat yaitu pada tanggal 15 January 2019. Hal ini pulalah yang pada saat itu memutuskan untuk tetap ikut training, dan walaupun aku harus kena penalti, aku akan tetap bertanggung jawab. Honestly, aku benar-benar tidak menyangka dengan hasilnya. Dari test SKD di bulan November 2018 hingga test SKB di bulan Desember. Hal yang tak pernah kusangka. Jujur tahun 2017 aku pun mencoba test CPNS untuk lowongan dosen asisten ahli di Kampus Semarang. Namun, belum rezeki tapi aku sudah merasa bersyukur sekali karena aku sudah mencapai test akhir. Not bad lah menurutku untuk pengalaman pertama. Dan tahun 2018 pada saat pembukaan, aku pun kembali ikut setelah mendengar advice dari orang tuaku. Dan terlihat ayah terutama ingin sekali supaya aku mencoba lagi. Dan aku berfikir bahwa tahun kemarin adalah tahun terakhir untuk aku mencoba test CPNS ini. Karena jika gagal, artinya mungkin memang aku tidak mampu dan aku bisa konsentrasi dan belajar untuk menjadi marketing yang baik.

Aku pun mendaftar CPNS ini dua hari sebelum penutupan. Why? Karena aku mencari di mana kampus yang peluangnya cukup besar. Pada saat itu yang peluangnya cukup besar hanya dua yaitu Univ di Jakarta dan Yogyakarta. Sebenarnya kampusku juga buka pendaftaran, tetapi pendaftarnya pada saat itu sudah sangat banyak so pilihan untuk mendaftar di kampusku, aku sudah coret. Dan akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar di salah satu kampus di Yogyakarta. Lagian, Yogyakarta adalah kampung halaman orang tuaku. Bisa jadi mereka akan menjalani hari tuanya di Yogya. Alasan lainnya adalah, aku cukup lelah ternyata menjalani hari di Jakarta dengan suatu pengalaman yang sangat buruk. Bukan tentang pekerjaan, tapi lebih tentang relation. Rasanya aku ingin memulai bab baru dalam kehidupanku di Yogyakarta

Test SKD bulan November 2018 dan syukur alhamdulillah nilaiku masuk dalam passing grade. Bahkan jumlah nilainya lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Hal yang paling kuingat setelah melihat nilai pada layar adalah ingin menangis, tidak menyangka dan lutut rasanya lemas banget kayak ga bisa berdiri. Apalagi test TKP cukup jadi momok yang menakutkan pada saat itu. Karena banyaknya calon PNS yang tidak lulus passing grade karena sulitnya soal TKP. Dan kebetulan pada saat itu sebelah mejaku, mba Candra namanya juga lolos passing grade dan akhirnya kita berpelukan. Karena masih tidak menyangka dengan hasilnya. Tes SKB sendiri dilaksanakan pada bulan Desember 2018 dan alhamdulillah aku bisa melaksanakan dengan baik, Hal yang paling aku takutkan untung tidak terjadi yaitu hapalan Al Quran. Hehehe. Begitulah prosesnya, proses yang cukup panjang hampir 3 bulan. Dan sebelum keberangkatan ku ke Thailand aku harus bolak balik Yogya dua kali dalam seminggu untuk mengumpulkan berkas dan melakukan medical check up. Dan rasanya badan mau patah semia habis dari Thailand dan Yogya. Hehehe

February

Setelah menjalankan training dan bolak balik Yogya untuk mengurus pemberkasan. Sampailah aku pada masa bolak balik rumah sakit. Yup, sebenarnya aku sudah bolak balik rumah sakit dari bulan December 2018. Yup, im sick. Sakit yang sebenarnya sudah disadari dari bulan Oktober dan baru aku periksakan di bulan December. Setelah itu, di bulan Januari aku menjalani USG dan terdeteksi bahwa aku terkena penyakit FAM (Fibroadenoma mammae) atau yang bisa disebut dengan tumor payudara. Hasil USG menunjukkan ukurannya hampir 3 cm dan setelah berkonsultasi dengan 4 dokter, advicenya adalah diangkat supaya tahu apakah itu ganas atau tidak. Penyebabnya bisa jadi karena pola makan, gaya hidup, stress dan genetik. Dan aku pun berfikir bahwa trigerrnya adalah stress dan genetik. Why genetik? Because my grandmother through this. Dan aku ga bisa deny apapun dengan kenyataan itu. Terlintas dalam otak ini penyakit ini ada karena dosa yang pernah aku lakukan sebelumnya. Dan aku pun kembali bersyukur, mudah-mudahan sakit ini menjadi penggugur dosa atas apa yang pernah aku lakukan. Masih untung dikasih ganjarannya di dunia, kalau di kasih nanti di akhirat pasti lebih menyakitkan.

Namun bohong rasanya kalau aku baik-baik saja saat menjalani kehidupan dalam keadaan sakit ini. Im not okay. Semua kilas balik kejadian yang pernah terjadi dalam hidupku, traumatik, innner child yang kembali muncul, pengalaman-pengalaman pahit untuk relation sebelumnya semua kembali tayang dalam otak ini. Yang akhirnya hal itu membuatku sering menangis di kamar tidur atau kamar mandi. Tidak hanya itu, aku pun harus menjalani hari-hari dengan rasa nyeri yang tiba-tiba datang dan badan yang hangat. Dan akhirnya setelah beberapa project di kantor beres dan aku pun merasakan tidak nyaman dengan benjolan ini, aku memutuskan untuk menjalani operasi di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Dengan pertimbangan, aku bisa segera tahu apakah tumor ini bersifat ganas atau tidak, paling dekat dengan rumah dan alhamdulillahnya di rumah sakit ini bisa menggunakan asuransi kantor. Thanks banget buat kantor aku plus my boss and my manager.

Apakah orang tua tahu aku sakit? Tadinya ga tahu. Anggota keluarga yang paling pertama tahu adalah adikku, Dimas. Aku beruntung sekali punya adik yaang calm banget, bisa banget nenangin aku yang kayak gini and dia termasuk perhatian sama aku. And then, on January, im tell to my father. And beruntungnya lagi, ayah ga shock ataupun sedih banget. Walau aku ga tahu ya isi hatinya gimana. Tapi ayah nenangin banget. Ayah selalu telepon tentang keadaanku dan hasil setiap aku konsul ke rumah sakit. Dan ayah juga yang akhirnya kasih advice untuk operasi di Medika. And how about my mom? Beliau adalah orang yang tahu paling akhir? Why? Karena aku tahu kalau aku kasih tahu tentang penyakit ini dari January, kemungkinan asmanya kammbuh sangat besar. Apalagi saat itu Gemas lagi mau ujian UN. Jadi ga mungkin aku kasih tahu beliau. Ibu tahu penyakitku pada saat tanggal aku akan operasi, 28 February 2019. Her response? Kaget pastinnya karena dia ga menyangka anaknya bakal menjalani operasi. Ayah operasi hernia aja ibu nangis, gimana anaknya. Yang pasti nangis juga dan dimarahin sama Dimas. Heheh terus diem dah nangisnya. Adik cowok satu-satunya ini memang paling bisa buat ibu calm. Walau dua hari selanjutnya setelah operasi, asma ibu kambuh. And akhirnya aku operasi jam 16.30 dan keluar kamar operasi jam 18.00. Setelah operasi aku pulang. Yup, ga pake nginep karena kata dokternya ga usah. Hebat banget ini dokter dah. Aku hanya perlu kembali untuk liat hasil patologi dari benjolan itu. Dan alhamduillah hasilnya ga ganas.

March

And how about March? Syukur alhamdulillah aku telah sembuh setelah ambil cuti seminggu. Rasanya seminggu ga di rumah enak dan membuat aku naik berat badan lumayan gede yaitu 3 kg. Kayaknya efek tidur makan doang nih. Walau di akhir-akhir cuti tetap aku menerima telepon principal dan membuat SPR. hahaha. Di bulan ini, alhamdulillah bisa ketemu sahabat lama, hingga telponan sampai 1 jam an dan bisa membeli apa yang aku pengen haha. Pekerjaan tetap kok ga berhenti buat penawaran ataupun update SFDC. Alhamdulillah Allah masih mengijinkan aku untuk berkontribusi di tempat ini. Karena hingga saat ini pun, belum dipanggil oleh kampus. Aku ingin melakukan pekerjaan dikantor ini dengan sebaik-baiknya. Berusaha tidak mengecewakan orang-orang yang sangat baik di sekelilingku. Thank God. Bersyukur sekali .

And then what my next plan? Terus menjalankan tanggung jawab dengan baik, membaca buku lebih banyak, menulis lebih banyak dan bersilaturahim. Aku kangen Bogor,,aku kangen teman-teman organisasi, aku kangen kampus dan orang-orangnya. Mudah-mudahan Allah mengijinkanku untuk bertemu mereka sebelum aku officially pindah ke Yogyakarta. Dan plan lainnya adalah berfikir bagaimana aku pindahan ya? Hahha

Btw, adakah yang punya kontak atau info untuk menyumbangkan baju serta buku? Please info ya kalau ada yang tahu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *